Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

Kalah, Ranieri Sebut Inter Kurang Tajam

LECCE - Claudio Ranieri tak bisa menutupi kekecewaannya setelah Inter Milan dikalahkan tim gurem, Lecce 0-1. Pelatih berjuluk The Tinkerman ini pun menyebut timnya tampil kurang greget.

Rentetan tujuh kemenangan beruntun Inter di Serie A, akhirnya terhenti saat menyambangi markas Lecce di Stadio Via del Mare, Minggu (29/1/2012). Nerazzurri harus menelan pil pahit setelah gol tunggal Guillermo Giacomazzi gagal dibalas Diego Milito dkk.

Meski kecewa, namun Ranieri berusaha menerima kekalahan tersebut. Menurut analisanya, kekalahan Inter kali ini tidak lepas dari performa lini depan timnya yang kurang greget dan skema bertahan yang diterapkan Lecce.

“Hari ini, kami harus menghadapi kiper tangguh dan sebuah tim yang mampu bertahan dengan sangat baik,” tutur Ranieri memuji kiper Lecce Massimiliano Benassi yang melakukan beberapa penyelamatan gemilang.

“Setelah itu (gol Giacomazzi), kami bermain dengan kecemasan dan tidak mampu tampil tajam saat menyerang,” sambungnya dikutip Football-Italia selepas laga.

“Selain itu, kami juga tidak beruntung karena peluang kami digagalkan tiang gawang dan dua gol kami juga dianulir. Hal itu membuat kami gagal keluar dari situasi sulit,” pungkasnya.

Dalam laga tersebut, Inter memang sempat mencetak dua gol balasan melalui Esteban Cambiasso (50’) dan Diego Milito di menit ke-70. Sayang, gol tersebut dianulir wasit yang menilai kedua pemain tersebut telah berada dalam posisi offside.
»»  LANJUTKAN...

Allegri: Ciao Inter

MILAN – Dalam kondisi AC Milan merengkuh poin penuh untuk terus mengawal ketat Juventus di puncak klasemen, membuat AC Milan sepertinya mesti berucap selamat tinggal kepada seteru sekota mereka, Inter Milan yang kian menjauh dari jalur juara.

Il Diavolo mampu terus menguntit Juve, dengan menggilas Cagliari di partai kandang pada Giornata ke-20. Sementara Nerrazzuri pulang dengan tangan hampa dan tertunduk malu, usai dipermalukan Lecce 0-1.

Hasil di pekan ke-20 ini membuat perolehan poin Inter kian jauh dari Milan dan Juventus, yang masih bertahan untuk merebut mahkota Serie A musim ini. Tanpa malu, Allenatore Milan, Massimilano Allegri pun menyebut, perburuan gelar hanya tinggal menyisakan dua tim saja, Milan dan Juve.

“Penting untuk kami menang dan meraih tiga angka, untuk terus menempel Juventus. Kami senang, sekarang tim lain sudah tersisih dari jalur juara. Saat ini, saya anggap hanya ada dua kuda yang saling balapan untuk meraih gelar,” ujar Allegri dengan pede-nya.

Nah, terkait keberhasilannya mengamankan poin penuh di kandang melawan mantan tim besutannya itu, Allegri mengaku hasil 3-0 adalah sebuah kerja keras yang didapat Milan dengan berpeluh keringat upaya luar biasa.

Karena Cagliari tidak bisa ditaklukkan dengan mudah, terlebih melawan tim besar seperti Milan dalam kondisi cuaca dan lapangan yang menyulitkan.

“Kami akui, di awal pertandingan kami sempat kesulitan. Selain karena perlawanan, kondisi lapangan juga memberi pengaruh. Tapi kami bersyukur dengan adanya (Zlatan) Ibrahimovic yang memecah kebuntuan dengan keajaibannya,” tuntasnya
»»  LANJUTKAN...

Milan Lumat Cagliari, Jaga Persaingan

MILAN - AC Milan terus menjaga persaingan dengan Juventus dalam memburu scudetto musim ini. I Rossoneri sukses membenamkan klub semenjana Cagliari 3-0, untuk menjaga margin satu poin dari Bianconeri.

Melakoni giornata ke-20 Serie A di San Siro, Senin (30/1/2012) dini hari, Milan mengusung misi wajib menang demi menempel ketat Juventus di puncak klasemen. Di laga kali ini, pelatih Massimiliano Allegri tetap mempertahankan lini depannya kepada duet Ibra dan Robinho. Sementara bomber anyar, Maxio Lopez disimpan di bangku cadangan.

Milan yang menguasai penuh jalannya laga, sempat mendapat kesulitan lantaran Cagliari memilih bermain bertahan dan memanfaatkan serangan balik cepat.

Setelah sekira 30 menit menekan tim tamu, Milan akhirnya membuka keran gol di menit ke-31. Memanfaatkan tendangan bebas, Ibra berhasil melepaskan tembakan melengkung yang meluncur deras ke pojok kanan gawang, Michael Agazzi.

Ini merupakan gol ke-15 Ibra di musim ini sekaligus menjadikannya topskor sementara Serie A dengan keunggulan satu gol dari bomber Udinese Antonio Di Natale.

Unggul satu gol, Milan kian giat melancarkan serangan. Hasilnya, tujuh menit berselang Milan sukses menggandakan keunggulan lewat gol ketujuh Antonio Nocerino di musim ini. Nocerino melepaskan tembakan first-time, memaksimalkan umpan dada dari Ibra. 2-0 Milan semakin di atas angin.

Lima menit memasuki akhir babak pertama, Milan makin nyaman mengendalikan permainan. Hal itu bisa dilihat dengan ball possession di mana Milan unggul 60:40 persen. Namun, tidak ada gol tambahan tercipta. Milan menutup paruh pertama dengan skor 2-0.

Di interval kedua, Cagliari mulai berani bermain menyerang dan membuat Milan tidak nyaman melakukan tekanan. Namun, Milan tetap mampu menciptakan sejumlah peluang. Dua peluang sempat didapat Milan melalui tendangan Nocerino yang masih bisa diblok Agazzi dan tembakan Stephan El Shaarawy (masuk menggantikan Robinho) namun masih tipis di sisi gawang.

Milan akhirnya sukses memperbesar keunggulannya di menit ke-75. Massimo Ambrosini yang sekira baru delapan menit masuk ke lapangan sukses mencatatkan namanya di papan skor. Kapten tim yang masuk menggantikan Clarence Seedorf untuk melakoni laga ke-450nya sukses memaksimalkan umpan Urby Emanuelson dan melepaskan tendangan yang mengarah ke pojok kanan bawah gawang Agazzi. Keunggulan Milan bertambah jadi 3-0.

Cagliari yang belum mau menyerah, mendapat peluang dua menit berselang. Victor Ibarbo sukses memotong umpan Emanuelson kepada Ibra dan sejurus kemudian melepaskan tembakan keras, namun masih menyamping dari gawang Christian Abbiati.

Memasuki lima menit laga, Allegri menarik Ibra dan memasukkan Filippo Inzaghi. Ini berarti, Maxi Lopez harus menunggu untuk memainkan debutnya, karena Milan sudah tiga kali melakukan pergantian.

Milan yang kini mengandalkan Inzaghi dan El Shaarawy di lini depan, masih mampu mengendalikan permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, skor 3-0 untuk Milan tidak berubah.

Dengan kemenangan ini, Milan pun sukses menjaga persaingan dengan Juventus dalam perebutan scudetto musim ini. Dengan koleksi 43 poin, Milan menempel ketat Juve dengan hanya terpaut satu angka.

Susunan Pemain:
Milan:
Abbiati; Abate, Nesta, Mexes, Mesbah; Seedorf/Ambrosini (67’), Van Bommel, Nocerino; Emanuelson; Ibrahimovic/Inzaghi (84’), Robinho/El Shaarawy (62’)
»»  LANJUTKAN...

Jumat, 27 Januari 2012

Claudio Ranieri Yakin Inter Milan Bisa Bangkit

Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri optimistis anak asuhnya akan segera melupakan kegagalan di Coppa Italia, dan fokus menghadapi Lecce dalam lanjutan Serie A Italia akhir pekan ini.

Inter tersingkir dari Coppa Italia setelah dikalahkan Napoli 2-0, sehingga gagal lolos ke semi-final untuk kali pertama sejak sembilan tahun terakhir. Hasil itu juga membuat rekor tak terkalahkan di delapan kemenangan di semua kompetisi putus.
“Kami sangat ingin lolos, dan ini memalukan. Saya kira tim saya sudah bermain bagus melawan tim seperti Napoli,” ujar Ranieri dilansir Press Association.

“Sungguh berat bila tersingkir. Tapi kami harus meninggalkan kekecewaan ini di belakang kami, dan berkonsentrasi untuk menghadapi pertandingan melawan Lecce.”

“Kami telah menemukan jalan kami di liga. Karena itu, saya yakin kami akan kembali meraih kemenangan pada Minggu nanti.”

»»  LANJUTKAN...

Coppa Italia: AC Milan Tantang Juventus Di Semi-Final

AC Milan mengunci tiket semi-final Coppa Italia usai membekuk Lazio dengan skor meyakinkan 3-1 di San Siro, Jumat (27/1) dinihari WIB. Sempat dikejutkan dengan gol cepat Djibril Cisse di menit kelima, Rossoneri bangkit dan berbalik unggul oleh gol Robinho dan Clarence Seedorf, serta Zlatan Ibrahimovic yang melengkapinya di babak kedua. Kemenangan ini mengantar Milan akan berhadapan dengan Juventus yang sudah lebih dulu melaju ke babak empat besar, dengan mengeliminasi AS Roma 3-0. Laga semi-final akan dilakoni dengan sistem kandang tandang. Milan lebih dulu menjadi tuan rumah pada 8 Februari dan akan menyambangi Juventus Stadium 21 Maret.

Akibat krisis cedera, Rossoneri tidak bisa meurunkan Christian Abbiati, Alexandre Pato, Kevin-Prince Boateng, Alberto Aquilani, Gennaro Gattuso, Antonio Cassano dan Mathieu Flamini. Sementara Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva sengaja diistirahatkan, Stephan El Shaarawy serta Djamel Mesbah tampil sebagai starter.

Lazio juga melakukan perubahan di lini belakang lantaran cederanya as Stefan Radu, Stefano Mauri, Libor Kozak, Emiliano Alfaro, Lorik Cana Cristian Brocchi.

Milan tertinggal di awal laga oleh gol voli Djibril Cisse yang menerima umpan silang Alvaro Gonzalez dari sisi kanan.
Namun, Il DIavolo mampu bangkit mengejar ketertinggalan di menit ke-15. Berawal dari crossing Ignazio Abate ke tengah da jatuh tepat di depan Robinho yang tidak menyia-nyiakan kesempatan melepaskan tendangan voli.

Tiga menit kemudian, Milan berbalik unggul 2-1. El Shaarawy berperan penting menciptakan gol kedua Milan, dengan backheel cantik melewati dua pemain belakang, Clarence Seedorf begitu tenang menyarangkan si kulit bundar ke gawang Federico Marchetti.

Rossoneri tetap tampil menyerang di paruh kedua dan penampilan debut Mesbah cukup mengesankan, dengan memberikan sejumlah umpan matang ke lini depan.

Milan melakukan pergantian di pertengahan babak kedua, dengan memasukkan Zlatan Ibrahimovic yang menggantikan Merkel. Masuknya Ibra menambah daya gedor Rossoneri. Hasilnya, di menit 84 striker Swedia itu memastikan kemenangan Milan menjadi 3-1.

Urby Emmanuelson yang baru masuk menggantikan Seedorf melakukan terobosan, melewati dua bek lawan dan memberikan umpan matang kepada Ibra. Ibra yang berhadapan dengan Marchetti tanpa kesulitan menceploskan bola. Kedudukan 3-1 ini tidak berubah hingga laga usai.
»»  LANJUTKAN...

Filippo Inzaghi Tak Pernah Merasa Puas

Striker AC Milan Filippo Inzaghi mengungkapkan alasan dirinya dan ikon Juventus Alessandro Del Piero, serta pemain lainnya tetap masih bermain hingga menjelang usia 40 tahun.

Hingga saat ini, Inzaghi yang berusia 38 tahun, dan Del Piero (37) masih aktif bermain. Bahkan, Del Piero turut menyumbang gol dalam pertandingan perempat-final Coppa Italia.
“Saya senang dia mencetak gol. Seperti halnya saya, Ale hidup di sepakbola dengan hasrat tinggi dan profesional. Dia pantas mendapatkan apa yang dia peroleh,” ungkap Inzaghi dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport.

Gol Del Piero itu menyamai rekor torehan 287 milik Inzaghi. Kedua striker veteran ini kini terpaut tiga gol dari rekor yang dimiliki Roberto Baggio, yakni 291.

“Kami akan melakukan apa pun untuk menyamai rekor Baggio,” kata Inzaghi.

“Rahasia Kami? Kami tidak pernah merasa puas. Kami sering berlatih, dan jarang dimainkan. Tapi kami tidak pernah menyerah. Kami selalu punya sasaran baru.”
»»  LANJUTKAN...

Kamis, 26 Januari 2012

Alvaro Arbeloa: Wasit Menyakiti Kami

Alvaro Arbeloa, bek sayap Real Madrid, tak segan mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit Fernando Teixeira dalam second leg perempat-final Copa del Rey di Camp Nou, Rabu (25/1) malam waktu setempat.

Bermain menekan sejak awal, Los Blancos tertinggal dua gol lebih dulu sebelum menyamakan kedudukan via Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. Skor akhir 2-2 tak cukup meloloskan Madrid karena di perjumpaan perdana mereka tumbang 2-1.
Kontroversi sendiri merebak ketika wasit tak mengesahkan gol Sergio Ramos saat Barca masih memimpin 2-0.

Ramos lantas diusir pada pengujung pertandingan karena dianggap menyikut Sergio Busquets kendati tayangan ulang mengindikasikan pelanggaran tak terlalu keras.

Selain itu, Texeira juga meniup peluit panjang tak berapa lama setelah memberikan tendangan bebas bagi Madrid di dekat garis tengah lapangan.

"Kami akan senang jika wasit bertindak lebih adil. Wasit menyakiti kami di detail-detail kecil," kata Arbeloa dilansir situs resmi Madrid.

"Beberapa pelanggaran dan kartu yang kami terima menyakiti kami, dan Anda tak bisa mengakhiri laga ketika terjadi pelanggaran di tengah lapangan."

Walau bagaimanapun, Arbeloa toh tetap merasa puas dengan keunggulan penampilan Madrid atas sang tuan rumah. Menurutnya Los Blancos hanya gagal menang lantaran nasib sial.


"Kami senang dengan performa malam ini. Kami tak menang karena tak beruntung dengan kans-kans kami. Kami bisa saja menang mudah karena kami lebih baik."

"Kami bermain dengan lebih baik dan punya banyak kesempatan mencetak gol yang lebih banyak dibanding Barcelona," terang bekas pemain Liverpool itu.


»»  LANJUTKAN...

Si Merah Selangkah Lagi!

LIVERPOOL – Tak kurang dari satu pijakan lagi, untuk Liverpool bisa membawa pulang trofi pertama di musim ini. Liverpool sukses menang agregat 3-2 atas Manchester City dan terbang langsung ke Wembley di partai final melawan Cardiff City, bulan depan.

Sengit, itulah satu kata yang bisa dideskripsikan di 45 menit pertama. Bahkan sebelum pertandingan memasuki menit ke-10, peluang emas sudah tercipta untuk tuan rumah. Beruntung, gawang City masih aman, berkat kecemerlangan Joe Hart.

Berawal dari blunder Aleksandar Kolarov di lini belakang The Citizens, Jose Enrique menembus pertahanan sebelah kanan City. Akselerasinya tak terbendung, dan sempat berhadapan dengan Hart di menit ke-6. Sayang, sontekan Enrique masih membentur tubuh Hart, yang menutup rapat gawangnya.

Hart kembali menjadi pahlawan tim tamu, ketika Craig Bellamy menebar ancaman di menit ke-22. Bellamy yang bebas dari kawalan bek-bek City, melepaskan sepakan keras ke arah gawang. Hart mampu memetiknya dan gawang City kembali aman dari teror Si Merah.

Bellamy sempat menggetarkan gawang City di menit ke-26, setelah menerima sodoran umpan dari Dirk Kuyt. Namun sayang, gol Bellamy itu dianulir hakim garis, karena sudah terjebak perangkap offside.

Di pertengahan babak pertama, City yang sedari awal tertekan, membuat kejutan, melalui gol pembuka yang dicetak Nigel de Jong. Gelandang internasional Belanda itu, melakukan spekulasi tendangan placing di menit ke-31. Meski sudah berusaha melonjak jauh, Pepe Reina gagal mengamankan gawangnya. Tim tamu unggul 1-0 atas Liverpool.

The Kop kian tampil trengginas, setelah disengat gol De Jong. Setelah beberapa upaya yang gagal, Liverpool akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat sepakan dari titik putih, alias penalti.

Asal-muasalnya adalah pelanggaran hands-ball yang dilakukan Micah Richards ketika membendung tendangan Daniel Agger. Tendangan penalti pun diambil sang kapten dan tanpa ragu, Steven Gerrard melesakkan sepakan keras yang mengarah ke kanan bawah Joe Hart di menit ke-42. Skor 1-1 pun bertahan hingga turun minum.

Jalannya tempo di babak kedua, tak menurun sekalipun. City yang masih tertinggal
dalam agregat gol, terus berusaha menekan tuan rumah. Tapi dengan kian gencarnya serangan City, pertahanannya menjadi lengah.

Dirk Kuyt menjadi pemain Liverpool pertama yang memanfaatkan hal tersebut. Kuyt hampir membawa Liverpool unggul, jika saja tendangan terarahnya di menit ke-48, gagal dipetik Hart.

Joe Hart nampaknya benar-benar tampil ciamik dini hari ini. Steven Gerrard yang sempat mendapat ruang tembak di menit ke-53, berhasil melepaskan tendangan cannon-ball nya. Tapi Hart masih belum bisa ditaklukkan lagi.

City sempat balik unggul di menit ke-67, melalui gol yang ditorehkan Edin Dzeko. Berawal dari tendangan spekulatif Kolarov, yang dipotong Dzeko, membuat Pepe Reina mati langkah. 2-1 untuk City.

Tapi, di menit ke-76, pupus sudah harapan City untuk tampil di Wembley, 26 Februari mendatang. Gol Craig Bellamy itu merupakan gol penutup pertandingan semifinal leg kedua ini dan membuat City pulang dengan kepala tertunduk.

Bellamy yang dengan brilian melakukan show one-two dengan Glen Johnson, mampu membuat Hart memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Skor imbang 2-2 (agg 3-2), bertahan hingga wasit Philip Dowd meniuplan peluit panjang.

Susunan Pemain:
Liverpool: Pepe Reina, Glen Johnson, Daniel Agger, Martin Skrtel, Jose Enrique, Stewart Dowing, Steven Gerrard, Charlie Adam, Jordan Henderson, Dirk Kuyt/Andy Carroll (90’+1), Craig Bellamy/Martin Kelly (88’)


Manchester City: Joe Hart, Micah Richards, Joleon Lescott, Pablo Zabaleta, Aleksandar Kolarov, Stefan Savic/Sergio Aguero (46’), Samir Nasri, Nigel de Jong/Adam Johnson (78’), Gareth Barry, David Silva, Edin Dzeko
»»  LANJUTKAN...

Pep: Terima Kasih Mourinho!

BARCELONA – Pelatih Barcelona, Josep Guardiola bisa bernafas lega. Barca akhirnya melaju ke semi final Copa del Rey meski sempat mendapat perlawanan hebat dari Real Madrid di leg kedua perempat final.

Hasil 2-2 di Camp Nou, Kamis (26/1/2012) dinihari WIB membuat aggregat menjadi 4-3 bagi Blaugrana. Guardiola pun memuji kekuatan karakter dari anak-anak asuhannya yang mampu bertahan dari gempuran para pemain Madrid di 20 menit terakhir..

“Madrid hanya melakukan apa yang akan kami lakukan. Para pemain Barcelona menunjukkan kekuatan karakter dan saya ingin mengucapkan selamat bagi mereka,” kata Guardiola seperti dikutip dari Goal, Kamis (26/1/2012).

“Madrid merupakan tim hebat dan oleh karena itu, kemenangan ini terasa semakin bernilai. Madrid bermain bagus tapi kamilah pemenang setelah 180 menit,” ujar Guardiola.

Di semi final nanti, Barca akan menghadapi pemenang antara dua tim sekota, Valencia atau Levante. Siapapun lawan yang akan dihadapi, Azulgrana tampaknya sudah melalui ujian terberatnya dan sangat difavoritkan menjadi juara.

“Saya lebih menderita sewaktu pertandingan di Sevilla. Kami sempat unggul 3-0 kemudian mereka mengejar 3-2 dan jika kami kemasukkan lagi, kami bisa kehilangan titel liga,” sebut Guardiola.

Pep lantas mengucapkan terima kasih kepada pelatih Madrid, Jose Mourinho. Kenapa? “Dengan segala hormat kepada kolega saya, saya ingin mengucapkan terima kasih atas ucapan selamatnya saat kami berpesta di Bernabeu lalu,” tutup pelatih berusia 41 tahun itu.
»»  LANJUTKAN...

Ranieri Sesalkan Keputusan Wasit

NAPOLI – Pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, merasa timnya dirugikan dengan keputusan wasit Domenico Celi hingga timnya harus menerima kekalahan 2-0 atas Napoli di ajang perempatfinal Copa Italia, Kamis (26/1).

Seperti diketahui, Inter yang bertandang ke Stadio San Paolo harus tertinggal terlebih dahulu lewat tendangan penalti Edison Cavani di menit 50 usai dilanggarnya Cavani oleh Thiago Motta.

Akan tetapi Ranieri sendiri tidak terlalu memperdulikan hadiah penalti bagi Napoli, tapi ia merasa bahwa timnya pun pantas mendapatkan sebuah penalti. Pasalnya, Diego Milito telah dilanggar oleh Christian Maggio di dalam kotak penalti.

“Dalam laga ini seharusnya ada dua buah penalti. Tetapi, malah hanya satu yang diberikan oleh wasit dan (penalti) itu lah yang menentukan hasil pertandingan tersebut,” jelas Ranieri seperti dikutip Football-Italia, Kamis (26/1/2012).

“Tidak hanya penalti seharusnya Maggio juga dikeluarkan dari lapangan karena sebagai pemain yang telah melanggar Milito,” sambungnya.

Setelah laga selesai Ranieri pun langsung melakukan diskusi dengan wasit terkait penalti yang seharusnya diberikan kepada timnya. Dan ia pun menerima hasil yang tidak cukup memuaskan.

“Benar, saya telah menemui wasit usai pertandingan dan melakukan pembicaraan dengannya mengenai pendapat saya. Hal itu sangat disayangkan, karena kita telah bermain dengan sangat baik dalam laga itu terutama babak kedua,” tambahnya.
»»  LANJUTKAN...

Buffon, Portiere Numero Uno

TURIN – Di antara banyak ajang yang menilai pesepakbola, terutama untuk kategori kiper, tak semuanya memenangkan potero Real Madrid. Khusus untuk IFFHS (Federasi Sejarah Sepakbola dan Statistik Internasional), Gianluigi Buffon-lah yang didaulat nomor wahid se-dunia.

Kualitas cemerlang Buffon yang mengantarkan Juventus kembali ke puncak tangga Serie A, dianggap capaian terbaik seorang kiper se-kolong langit. Buffon membawahi kiper hebat macam Iker Casillas dan bahkan legenda seperti Peter Schmeichel, Walter Zenga cs.

Menurut lansiran laman resmi klub, Juventus.com, Kamis (26/1/2012), Buffon keluar sebagai kiper terbaik di antara kiper-kiper yang ada selama 25 tahun belakangan ini. Menurut IFFHS, Buffon mengungguli rival-rivalnya dengan perolehan 226 poin.

Sementara, Casillas hanya menduduki posisi kedua, dengan 213 poin. Di belakangnya menyusul Edwin Van Der Sar (201), Peter Schmeichel (179), Oliver Kahn (162), Petr Cech (154), José Luis Felix Chilavert (146), Walter Zenga dan Andoni Zubizarreta (132), serta Claudio Taffarel (130).

Penghargaan individu IFFHS Best Goalkeeper of the Decade ini adalah salah satu pengakuan dunia yang penting untuk portiere berusia 33 tahun itu. Bisa dibilang, award ini adalah yang pertama dan paling relevan dari sejumlah penghargaan individu yang didapat Buffon.
»»  LANJUTKAN...

Mazzarri: Kita Pantas Dapatkan Penalti

NAPOLI – Pelatih Napoli, Walter Mazzarri, tidak terima dengan pernyataan pelatih Inter Milan, Claudio Ranieri, terkait penalti Edison Cavani. Mazzari balik menuding bahwa dua pemain Inter seharusnya diberikan kartu merah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ranieri kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti bagi Napoli hingga membuat timnya kalah 2-0 di San Paolo, Kamis (26/1/2012). Kemenangan ini pun membuat l Partenopei  lolos ke babak semifinal Coppa Italia.

Mendengar Ranieri berkomentar seperti itu membuat Mazzarri sedikit geram dan membalas pernyataannya. Ia menilai timnya memang pantas mendapatkan hadiah penalti dan seharusnya dua pemain I Nerrazzuri dikeluarkan dari pertandingan karena telah bertindak kasar.

“Ranieri adalah pelatih yang saya kagumi dan hormati, tetapi apabila dirinya berkata seperti itu maka seharusnya dia mengerti kalo dua pemainnya layak untuk di usir dari lapangan,” jelasnya seperti dilansir Football-Italia, Kamis (26/1/2012).

“Wesley Sneijder seharusnya diganjar kartu merah saat melanggar Walter Gargano dengan sangat keras. Sementara Cristian Chivu layak diberikan kartu kuning kedua. Jika saya pikir tim yang pantas diberi penalti pada laga hari ini adalah Napoli,” tandasnya.
»»  LANJUTKAN...

Mourinho Enggan Komentari Wasit Teixeira

MADRID – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, enggan untuk membicarakan kepemimpinan wasit Fernando Teixeira dalam laga leg kedua perempatfinal Copa del Rey di Camp Nou, Kamis (26/1/2012).

Seperti diketahui dalam laga yang berakhir imbang 2-2 itu wasit telah menganulir gol Sergio Ramos karena dinilai telah melanggar bek Barcelona, Daniel Alves. Tidaknya hanya itu saja, Ramos pun harus mendapatkan kartu kedua dan keluar dari lapangan.

Kejadian tersebut pun langsung dilontarkan para wartawan kepada Mourinho dalam jumpa pers seusai laga. Tetapi, Mourinho lebih memilih untuk tidak mengomentari keputusan wasit.

“Saya tidak akan menyinggung dan membicarakan wasit,” katanya seperti dikutip Guardian, Kamis (26/1/2012).

“Kalian lah (wartawan) yang lebih paham akan sepakbola. Saya hanya mengerti sedikit saja. Meski tidak membaca atau mendengar berita tentang olahraga, saya harap kalian tahu pendapat surat kabar," tandasnya.

Berbeda dengan Mourinho, Casillas malah menuding bahwa keputusan wasit membuat timnya menelan kekalahan. Ia menganggap banyak keputusan-keputusan wasit yang sangat merugikan kubu timnya.

“Bila kita bertemu dengannya kita selalu tidak berdaya. Ketika saya mencoba memisahkan pemain (yang bersitegang) saya malah mendapatkan kartu kuning. Padahal saya bermaksud untuk membantu dirinya (Fernando Teixeira) melerai pemain,” keluhnya.
»»  LANJUTKAN...

Pepe: Madrid Jauh Lebih Superior

BARCELONA – Bek Real Madrid, Pepe menilai timnya jauh lebih baik dibanding Barcelona saat keduanya bermain imbang 2-2 di leg kedua perempat final Copa del Rey. Sekalipun akhirnya tetap tersingkir, tapi Pepe yakin dengan performa seperti itu para Madridista bisa berbangga.

“Kami menunjukkan semangat Madridista yang sebenarnya, semangat dari sebuah grup yang hebat,” kata Pepe seperti dikutip dari Goal, Kamis (26/1/2012).

Kendati gagal mempertahankan trofi Copa del Rey, eks bek Porto itu yakin para pemain Los Blancos bisa pulang dengan kepala tegak.

“Hari ini kami jauh lebih superior dibanding Barca. Kami bangga dengan apa yang kami lakukan dan apa yang kami punya. Para fans juga bangga,” sebut Pepe.

Dalam laga tersebut Pepe bermain penuh selama 90 menit. Bek internasional Portugal kelahiran Brasil itu tetap bisa tampil di laga tersebut dan lolos dari sanksi kendati tertangkap kamera menginjak tangan kiri Lionel Messi di pertemuan pertama pekan lalu.

“Saya hanya ingin berbicara soal sepak bola. Tetapi, saya berharap pada pekan ini segalanya yang terjadi di pertandingan ini akan didiskusikan,” cetus pria berusia 28 tahun itu.
»»  LANJUTKAN...

Butragueno Nilai Madrid Pantas Lolos

BARCELONA – Direktur Real Madrid, Emilio Butragueno menilai keberuntungan tidak berpihak kepada klubnya. Dengan performa seperti di leg kedua perempat final Copa del Rey di Camp Nou tadi malam, Madrid sebenarnya pantas lolos.

Los Blancos menunjukkan semangat ‘never say die’ saat menahan imbang Barcelona 2-2. El Real bahkan bisa saja lolos bila gol Sergio Ramos tidak dianulir.

“Tim sudah memperlihatkan kekuatan yang hebat dan telah bertarung hingga akhir. Kami seharusnya bisa memenangi laga dan duel ini tapi sepak bola tidak menghadiahi Madrid,” kata Butragueno seperti dikutip dari Goal, Kamis (26/1/2012).

Ketidakberuntungan yang Butragueno maksud adalah beda tendangan Mesut Ozil dan Daniel Alves di akhir-akhir babak pertama.

“Perbedaan terjadi di tendangan Ozil dan yang dilakukan Alves. Yang satu masuk, sementara yang lain menerpa tiang,” sebut Butragueno.

Dengan performa yang cukup memuaskan seperti itu, legenda hidup Madrid ini semakin yakin bahwa mempertahankan Jose Mourinho di Santiago Bernabeu adalah langkah yang paling tepat.

“Kami sangat senang dengan Mourinho, gairah kami adalah melanjutkan ini dua musim lagi, seperti yang ditandatangani. Sepengetahuan kami, Mourinho sangat bahagia di sini,” tegas Butragueno yang kini berusia 48 tahun tersebut.
»»  LANJUTKAN...

Mazzarri Puas Akan Performa Timnya

NAPOLI – Napoli berhasil menyingkirkan Inter Milan di ajang perempatfinal Coppa Italia dengan skor telak 2-0 di Stadion Sao Paolo, Kamis (26/1/2012). Pelatih Walter Mazzari pun sangat kagum akan penampilan para anak asuhnya tersebut.

Kemenangan bagi Napoli dimulai dengan gol penalti dari Edison Cavani pada menit 50 usai pelanggaran Thiago Motta kepada Cavani. Pasukan I Nerrazzuri tidak bisa berbuat banyak pada laga ini dan mereka malah harus di bobol kembali gawangnya oleh Cavani.

Hasil ini membuat Mazzari sangat terksesan dengan performa yang ditampilkan oleh para pemainnya baik saat berhadapan dengan klub papan atas ataupun bawah. Walau begitu, ia tetap menilai Inter sedang dalam performa terbaiknya saat ini.

“Inter Milan sedang dalam performa terbaiknya saat ini.Tetapi saya sangat senang dengan apa yang telah kita capai pada malam hari ini,” ungkap Mazzarri seperti dikutip oleh Football-Italia, Kamis (26/1/2012).

“Tetapi, saya pikir performa kita juga selalu bagus saat berhadapan dengan klub-klub besar maupun kecil. Seluruh pemain yang kita miliki adalah pemain pilihan pertama yang saya rasa sangat hebat semuanya,” sambungnya.

Dengan kemenangan ini, Napoli sukses menghentikan tujuh kemenangan beruntun yang dipetik Inter di seluruh kompetisi sekaligus menyingkirkan sang juara bertahan tersebut. Napoli selanjutnya akan berhadapan dengan Siena, di babak semifinal 19 Februari mendatang.
»»  LANJUTKAN...

Xavi Akui Barca Sempat Hilang Kontrol

BARCELONA – Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez berterima kasih kepada para suporter atas dukungannya di Stadion Camp Nou. Dukungan tiada henti dari 90 ribu penonton membuat para pemain tetap bertahan dari gempuran Madrid.

Barcelona sangat kesulitan menyingkirkan El Real. Organisasi permainan Barca yang sangat jarang goyah, setelah disamakan 2-2 pada Kamis (26/1/2012) dinihari tadi seperti diakui Xavi kacau berantakan.

“Kami menderita lebih dari yang kita bayangkan melawan sebuah tim super, sekalipun kami mendominasi hingga 15 menit babak kedua,” kata Xavi seperti dikutip dari situs resmi Barcelona.

“Setelah gol Madrid, tim menjadi tidak terhubung dan kehilangan kontrol. Beruntung, suporter bersama kami dan mosaik yang mereka perlihatkan di awal ditampilkan dalam bentuk yang spektakuler,” tandas Xavi.

Bahkan, el clasico pertama di Camp Nou pada 2012 ini pun memakan korban. Andres Iniesta dan Alexis Sanchez mengalami cedera dan diperkirakan absen di laga berikutnya.

“Keduanya pemain yang sangat penting, terutama karena keduanya memberi banyak kepada tim. Tapi kami mempunyai pemain cadangan yang sangat bagus,” cetus Xavi.

Sementara menyangkut wasit, pemain yang sudah memperkuat Barca sejak 1998 itu enggan berkomentar.

“Isu wasit adalah relatif. Ketika kamu menyelesaikan pertandingan, kamu pikir dia merugikan kamu tetapi Madrid juga berpikir seperti itu. Tapi, kartu merah kepada Lassana Diarra itu jelas sekali. Saya pikir wasit bertindak cukup adil,” tegas maestro gelandang berusia 31 tahun ini.
»»  LANJUTKAN...

Barca Lucuti Titel Madrid

BARCELONA – Sang juara bertahan, terpaksa terhenti langkahnya di babak perempat final, usai ditaklukkan Barcelona dengan agregat kekalahan 3-4. Pasalnya, Madrid gagal membungkam Barcelona, setelah hanya bermain imbang 2-2 di leg kedua perempatfinal Copa del Rey.

Sejak detik pertama, Madrid tak ingin ambil waktu lama untuk menekan. Bahkan di menit pertama, Gonzalo Higuain sudah menciptakan peluang. Setelah menerima umpan dari Cristiano Ronaldo, bola yang melesat ke jantung pertahanan Barcelona, gagal diamankan Gerard Pique.

Madrid nampak dominan di awal-awal babak pertama, dengan berbagai serangan berbahaya. Higuain kembali menjadi momok bagi Jose Pinto di bawah mistar Barca. El Pipita yang tak terkawal, sempat menanduk bola hasil umpan dari Xabi Alonso. Beruntung, Pinto berada di posisi yang tepat. Bola pun bisa diselamatkan Pinto di menit ke-3.

Meski Barcelona tertekan di babak pertama, tapi Real Madrid lah yang pertama kali gawangnya terkoyak. Memanfaatkan umpan manis Lionel Messi, Pedro Rodriguez sukses menaklukkan Iker Casillas di menit ke-43. Skor 1-0 untuk Blaugrana.

Sempat terjadi ketegangan (lagi) seperti El Clásico sebelumnya di antara kedua kubu. Berawal dari tekel keras Lassana Diarra terhadap Lionel Messi di menit ke-44. Kubu Barcelona yang meminta kartu kuning kedua untuk Diarra, mendapat perlawanan dari pemain Madrid.

Iker Casillas yang ‘ikut-ikutan’ mengintimidasi wasit Fernando Teixeira Vitienes untuk mengacuhkan Messi cs, malah turut dihadiahi tarjeta amarilla, karena dianggap berlebihan melakukan protes.

Di tengah permainan yang kian memanas, Barcelona menghukum Los Blancos lewat gol keduanya di menit ke-45’+3 melalui peran besar Daniel Alves. Sepakan indah Alves yang mengarah ke kanan atas gawang Sant Iker, gagal dibendung dan terpaksa skor berubah lagi 2-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Barcelona mulai mengambil alih kuasa atas bola dan permainan, tapi Barcelona sempat keteteran ketika Madrid melakukan serangan balik. Bahkan, Madrid hampir memperkecil kedudukan jika saja gol Sergio Ramos tidak dianulir wasit.

Berawal dari sepakan bebas yang mengarah kepadanya, Ramos sempat menanduk bola ke arah gawang. Sayang, Ramos didakwa melakukan dorongan terlebih dahulu terhadap Daniel Alves, sehingga golnya di menit 50, dibatalkan wasit.

Los Merengues
akhirnya bisa memperkecil keadaan, melalui aksi cemelang Cristiano Ronaldo di menit ke-68. CR7 yang mendapat sodoran umpan mendatar dari Mesut Ozil, sukses membuat Carles Puyol dan Jose Pinto mati langkah. Gawang pun terbuka untuk CR7 yang tak menyianyiakan peluangnya. Madrid masih tertinggal 1-2.

Harapan mulai membuncah di menit ke-72. Karim Benzema yang lepas dari kawalan Puyol, sempat mengolah untuk melakukan gerak tipu terhadap Pinto. Bola pun sontak dilesakkan bomber internasional Prancis itu. Skor berubah imbang 2-2.

Tensi pertandingan kian memuncak, Madrid kian trengginas melakukan serangan. Karim Benzema hampir membalikkan kedudukan di menit ke-78. Beruntung, posisi Benzema yang tinggal berhadapan dengan Pinto, gagal mengantarkan bola melewati kiper berusia 36 tahun tersebut.

Barcelona yang tak ingin skornya dibalikkan, kembali mengumbar teror. Tendangan benas Messi di menit ke-82, nyaris menemui sarang Madrid. Tapi tendangan Messi, tipis melambung di atas mistar Casillas.

Messi kembali mengancam Casillas di menit ke-84. Akselerasinya yang tak bisa dikawal bek-bek Madrid, sempat melepaskan tembakan keras. Lagi-lagi arah tendangan Messi belum menemui sasaran, hanya tipis di sebelah kiri Casillas.

Pertandingan memasuki klimaksnya di menit ke-88, ketika Madrid harus bermain dengan 10 orang. Sergio Ramos terpaksa diusir wasit karena menerima kartu kuning kedua, usai menyikut Sergio Busquets ketika melakukan duel udara.

Setelah serangkaian aksi-aksi panas, akhirnya wasit Fernando Vitienes memaksa pertandingan teredam, setelah waktu tambahan 3 menit, rampung dimainkan. Alhasil, Madrid dipaksa mencopot titel juara bertahan Piala Raja, karena kalah agregat 3-4 dari Barca.

Susunan Pemain:
Barcelona: Jose Pinto, Carles Puyol, Eric Abidal, Daniel Alves, Gerard Pique, Francesc Fabregas/Thiago Alcantara (70’), Andres Iniesta/Pedro Rodriguez (30’), Xavi Hernandez, Sergio Busquets, Lionel Messi, Alexis Sanchez/Javier Mascherano (78')

Real Madrid: Iker Casillas, Sergio Ramos, Pepe Ferreira, Alvaro Arbeloa, Fabio Coentrao, Ricardo Kaka/Jose Callejon (61’), Xabi Alonso, Mesut Ozil, Lassana Diarra/Esteban Granero (52’), Cristiano Ronaldo, Gonzalo Higuain/Karim Benzema (61’)
»»  LANJUTKAN...

Selasa, 17 Januari 2012

Yamaha & Jorge Lorenzo Ungkap Rahasia Balapan

Jakarta – Dalam kunjungan ke Indonesia, Jorge Lorenzo bersama Yamaha memberi pelatihan mengenai cara membalap yang baik. Seperti apa?Para pembalap Yamaha Indonesia mendapat ilmu berharga dari duo tim Yamaha Factory Racing, Jorge Lorenzo dan Ben Spiesdalam coaching clinic di Sentul, Bogor, Minggu (15/1). Di acara itu, Lorenzo dan Spies memberi pengetahuan teknis membalap.
Tak hanya itu, kedua pembalap ini juga memberi kiat cara menjadi pembalap sukses. Belajar dari pengalaman Lorenzo dan Spies yang sudah mulai balapan di tingkat dasar, keduanya menyebut Yamaha Cup Race (YCR) sebagai ajang yang sangat bagus untuk pembibitan dan pembinaan para pembalap muda.
“Bagi pembalap muda, ajang Yamaha Cup Race ini sangat bagus. Seperti halnya saya sebelum sampai ke MotoGP, saya memulai dari ajang-ajang balap untuk pembinaan,” ungkap Lorenzo di depan para pembalap Yamaha Indonesia.
Lorenzo juga memberi edukasi mengenai cara membalap yang baik. Sedangkan Spies mengajarkan cara menikung yang baik saat membalap di lintasan sirkuit.
Manajer Motorsport Yamaha Indonesia Ari Wibisono mengatakan, coaching clinic ini diadakan untuk memberi semangat bagi para pembalap Yamaha Indonesia.
“Edukasi seperti ini akan memberi semangat dan motivasi agar mereka makin bersemangat berkarir di dunia balap,” ucap Ari pada INILAH.COM.
Pembalap Yamaha Indonesia M. Dwi Satria yang mengikuti coaching clinic ini mengaku senang mendapat ilmu dari Lorenzo dan Spies.
“Saya baru ikut coaching clinic pertama kali ini dengan Lorenzo dan Spies. Senang sekali dapat ilmu dari mereka dan semoga saya bisa menjadi seperti mereka,” tutup Satria.

»»  LANJUTKAN...

Senin, 16 Januari 2012

Wow! Cannavaro dan Pires Bakal Pukau Jakarta

Jakarta - Berita gembira datang bagi para pecinta sepakbola tanah air. Februari mendatang, rencananya para legenda sepakbola seperti Fabio Cannavaro dan Robert Pires akan menghibur publik Jakarta.

Dalam semangat menyambut Euro 2012 dan menanggapi besarnya antusiasme publik Indonesia, Starbol Indonesia bekerja sama dengan RCTI akan menggelar sebuah pertandingan sepakbola dengan konsep baru pada 24 dan 25 Februari mendatang.

Sebelumnya Starbol juga sempat menggelar acara serupa dengan mendatangkan gelandang Belanda, Giovanni van Bronckhorst, pada 2011. Namun pihak promotor menegaskan bahwa konsep tahun ini akan sangat berbeda.

Yang berbeda adalah jenis lapangan yang akan digunakan. Tidak seperti biasanya, pertandingan yang terinspirasi dari permainan yang sedang terkenal di Amerika Latin bertajuk 'Showbol' itu akan digelar dalam lapangan seukuran futsal tanpa garis out, dan dengan eman pemain per tim.

"Tahun ini konsep akan sangat berbeda, yaitu bermain di indoor (dalam ruangan) dan mengedepankan football entertainment," papar Dirut MorStar, Ferdy Ferdinand Momor, selaku promotor dalam jumpa pers, Senin (16/1/2012).

"Dengan konsep ini kami akan mendatangkan lebih banyak bintang," paparnya.

Dalam pertandingan yang mempertemukan tim 'Samba & Friends' dan 'Eropa & Friends' tersebut, pihak promotor mengungkapkan bahwa setidaknya tiga pemain kelas dunia dipastikan akan datang.

"(Fabio) Cannavaro, (Robert) Pires serta Denilson sudah dipastikan hadir. Lalu ada Djalminha, ambassador dari Showbol," ungkap Momor.

Selain itu Momor juga menjelaskan bahwa pemain Indonesia yang akan ikut dalam laga tersebut akan bekerja sama dengan para pemain bintang, bukan berbeda tim lalu diadu. "Ini akan jadi pengalaman berharga bagi pemain kita," jelasnya.

Namun sang promotor sampai saat ini belum bisa memaparkan pemain-pemain Indonesia mana saja yang akan turun pada pertandingan bersama Cannavaro.

"Kami berharap pemain terbaik dan memiliki potensi besar yang akan dipilih. Tapi sampai saat ini masih dalam masa pemilihan, baik dari pemain atau ofisial," tuturnya menjelaskan.

Menambahkan, Momor mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih dalam negosiasi dengan pemain-pemain kelas dunia lainnya. "Saat ini kami masih bernegosiasi dengan pemain lain, salah satunya dari Republik Ceko," tukasnya memberi sedikit petunjuk.
»»  LANJUTKAN...

TUKAR LINK OTOMATIS