Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2012

Jenis-Jenis Gazebo yang Bisa Dibuat di Taman Rumah

Pernahkah Anda merasakan pemandangan indah dari balik jendela rumah? Perasaan itu dapat kita munculkan lagi pada bangunan terbuka yang ada di halaman rumah. Kita tak lagi mengintip keindahan halaman dari lubang jendela, namun kita dapat optimal memandang seluruh taman tanpa terhalang.

Bangunan terbuka yang berdiri semi permanen itu salah satunya adalah gazebo. Variasi sebutan lain mirip dengan saung dan pavilion mini untuk taman. Gazebo memiliki peran tambahan sebagai tempat alternatif di luar rumah. Pada zaman dahulu, bahkan fungsinya adalah sebagai tempat istirahat para bangsawan yang berjalan-jalan menikmati keindahan taman istana nan luas.
Jenis Gazebo
  • Natural. Gaya natural terbentuk dari bahan kayu atau batu ekspos. Model gazebo ini paling banyak dipilih. Bahan yang digunakan bisa juga dari beton yang dicor dan mendapat finishing menyerupai batang kayu.
  • Etnik. Biasanya terbuat dari bahan kayu atau bambu. Bentuknya mengadaptasi bangunan etnik tertentu. Misalnya, bentuk joglo dengan ornamen mahkota pada wuwungan dan motif ukiran pada tiang. Jenis ini banyak dijual dalam bentuk siap pasang. Pihak penjual tinggal merakit sesuai model dan ukuran yang kita inginkan.
  • Country. Identik dengan penggunaan batu alam atau bata ekspos. Bedanya, jenis ini bergaris tegas. Tiangnya dapat dari kayu dengan finishing natural atau tiang beton dengan finishing batu alam. Walaupun warnanya dominan natural (kayu, terakota), kadang ada sentuhan bahan artifisial seperti keramik dan besi.
  • Modern. Sudah tidak didominasi warna natural maupun finishing bahan natural seperti kayu dan batu alam. Biasanya menggunakan material bata, beton dan kayu yang dicat. Bentuknya juga sangat beragam dan tidak melulu seperti gazebo yang biasa ditemui.
  • Industrial. Didominasi bahan metal, besi, dan alumunium yang berwarna logam. Jenis ini memang jarang dijumpai di taman rumah karena lebih cocok untuk tempat umum seperti di perkantoran atau tempat wisata.
  • Klasik. Biasanya dihiasi dengan tiang berornamen, seperti pilar. Dengan atap lengkung yang anggun dan bernuansa putih sangat cocok apabila disandingkan dengan rumah bergaya klasik.

»»  LANJUTKAN...

Jineng: Lumbung Padi Nyaman Sebagai Tempat Santai di Taman

Barangkali kita mengenal jineng sebagai lumbung padi. Denah jineng berbentuk persegipanjang dan kotak. Ruangnya blong tanpa sekat. Dinding ruang menggunakan bilik, triplek, atau papan. Lantai terbuat dari papan yang kuat menahan beban. Fungsi jineng untuk menyimpan padi dari hasil panel petani.

Itu dulu. Sekarang ini fungsi jineng telah berkembang. Jineng masa kini tampil lebih trendi. Trendi itu terwujud dari gubahan ruang. Bagian atas untuk ruang santai, ruang bawahnya sebagai bale-bale melepaskan penat. Berada di jineng, kita dapat leluasa memandang halaman seperti halnya kita berdiri di balkon rumah.
Organisasi ruang jineng masa kini lebih rapi. Ia tidak lagi blong, tapi sudah bersekat. Bagian tengahnya dapat digunakan sebagai ruang duduk, kamar tidur mungil, atau ruang baca. Di sebelah ruang tengah dapat dibuat wastafel untuk sekadar membasuh muka dan mencuci tangan. Kalau ruangnya cukup, kita pun dapat menempatkan kamar mandi mungil.
Bahkan, kelak kita dapat menyisakan ruang tambahan mirip balkon di bagian depan jineng. Ruang tambahan itu dapat menjadi perluasan ruang tengah atau kamar mandi.
Daya tarik jineng membuat kita terpacu untuk menciptakan peluang tempat alternatif di luar rumah. Berbentuk bangunan mungil, jineng dapat dirancang multifungsi untuk kegiatan berkumpul bersama keluarga sekaligus tempat menerima kerabat.
Bahkan, kini jineng berperan menjadi ikon promosi perumahan yang menggunakan tema alam, lingkungan, atau pesona daerah tertentu. Jineng menjadi bangunan komersial yang berada di hotel demi memanjakan konsumen yang sedang menginap. Jineng terus berevolusi tanpa menghilangkan ciri utama. Yang dulu menjadi tempat menyimpan hasil bumi petani kini berubah jadi tempat leyeh-leyeh orang kota untuk melepas penat.

»»  LANJUTKAN...

Taman Rumah Sederhana Berhias Elemen Batu

Tampilan rumah yang penuh dengan kotak dan sudut, kerap membuat sosok rumah terlihat kaku. Supaya tak kaku lagi, buatlah taman indah di depannya.

Rumah Samuel, di Bekasi, ini misalnya. Fasad rumahnya yang serba kotak tidak lantas membuat rumahnya tampil kaku. Itu berkat taman yang dibuat di halaman depan. Taman sekaligus menjadi jeda, dari luar menuju pintu rumah.
Taman di rumah ini berisi hamparan rumput dengan jajaran perdu aneka warna. Ada teh-tehan dan soka sebagai pembatas antara area pedestrian dan rumput. Ada juga irish yang mengisi bak di bawah dinding pembatas dengan rumah tetangga. Ditumbuhi pula satu-dua jenis tanaman tinggi, seperti pandan Bali.
Bagian lain berupa hamparan koral putih dengan pijakan beton koral sikat, yang di tepinya diberi pembatas atau lis semen yang meliuk-liuk. Hamparan koral selebar 70cm itu merupakan jeda antara taman dan bangunan rumah. Di tengah-tengahnya, dengan jarak setiap 40cm, dipasang pijakan beton koral sikat ukuran 35cmx25cm. Melalui pijakan inilah tetamu berjalan dari carport menuju pintu utama.
Taburan koral tadi menjadi hardscape yang menarik pada pekarangan rumah. Tampilannya membuat harmonisasi cantik antara fasad dengan taman. Elemen bebatuan pada fasad, terdiri dari tempelan batu sala gedang yang disusun sirih. Elemen batu ini berpadu serasi dengan hamparan koral putih dengan hiasan pijakan koral sikat. Dipadankan dengan aneka warna tanaman, jadilah keseluruhan tampilan tampak depan rumah ini indah.
Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Lokasi: Rumah Samuel dan Sri Idaiani, Griya Bintara Indah, Bekasi

»»  LANJUTKAN...

Taman Rumah Bergaya Country Bersuasana Asri

Koral hitam, lantai mozaik, dan dinding bata menyambut tamu yang datang. Suasana asri bergaya country ada di taman ini. 

Berbicara tentang area luar tidak melulu berupa area hijau atau jajaran pepohonan. Harus ada jalur sirkulasi untuk merawat tanaman, yang didesain agar tidak mengganggu dan tidak merusak taman.
Coba lihat taman bergaya country ini. Di antara hijaunya tanaman dan pepohonan terdapat hamparan koral selebar 60cm, yang mengiringi kita untuk menuju pintu rumah. Di antara taburan koral itu terdapat pijakan-pijakan unik berbentuk hati, yang di bagian atasnya dilapisi susunan kepingan-kepingan keramik berbagai warna. Pijakan yang berjarak 1,5m itu membantu mengarahkan tamu menikmati taman.
Elemen pelengkap yang mengingatkan kita pada taman di masa lalu adalah bangku taman dan aksesori-aksesori berunsur retro. Antara lain, hiasan kap lampu, nomor rumah, lantai mozaik, dan handrail atau pegangan di samping dinding untuk membantu menuntun jalan di tangga.
Suasana retro itu diperkuat oleh penggunaan dinding bata sebagai fasad hunian. Menariknya, batu bata yang digunakan berwarna oranye dengan gradasi berbeda. Nat antarbatu-bata berwarna abu-abu demi menonjolkan warna oranye. Juga membuatnya tampak lebih hidup. Pemberian warna putih pada kusen jendela dan pintu menjadikan keseluruhan elemen pembentuk suasana ruang luar itu saling mendukung dan tampil cantik.
Pagar, sebagai pembatas dengan area publik, juga berwarna putih. Pagar ini terbuat dari besi, namun mendapat finishing seolah mirip pagar kayu. Tingginya hanya 115cm, membuat keindahan taman benar-benar dapat dinikmati oleh siapa pun yang melintas.
oleh: Yuri Eldhiyanti
Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Lokasi: Rumah Yasmin Widodo, Bona Indah, Lebak Bulus, Jakarta

 


»»  LANJUTKAN...

Rabu, 11 Januari 2012

Ceriakan Tampilan Rumah ala Retro

JAKARTA - Dalam ranah desain interior, retro digunakan untuk menjelaskan suatu tren mode yang telah lewat, tetapi dibuat berjaya kembali.

Tampilan gaya retro yang ceria dapat memberikan stimulasi daya rangsang yang optimal. Desainer interior Ade Lesmana menuturkan, retro berasal dari bahasa Latin yang artinya kemunduran atau periode pada masa lalu.

Berdasarkan definisi yang dituturkan Ade, gaya retro sangat berkaitan dengan karakter yang unik dan menabrak tren. Gaya ini cocok bagi kalangan yang memiliki imajinasi tinggi, sekaligus unik, atau tidak ingin disamakan dengan orang lain.

Biasanya, gaya retro disukai beberapa orang yang berkepribadian terbuka dan gemar bersosialisasi. Gaya retro selalu identik dengan permainan warna ceria.

“Warna terang seperti merah, merah muda, kuning, dan oranye selalu mendominasi setiap bentuk desainnya. Selain itu, gaya retro menggunakan bentuk dekoratif seperti bentuk geometris yang dibuat besar atau garis berjajar dengan tampilan yang warna-warni,” papar Ade.
»»  LANJUTKAN...

TUKAR LINK OTOMATIS