Dilansir BBC, Selasa (3/1/2012), proyek ini diuraikan saat Chaos Communication Congress di Berlin. Penyelenggara proyek ini mengatakan, Hackerspace Global Grid akan mengembangkan grid di stasiun bawah tanah untuk melacak dan berkomunikasi dengan satelit.
Ide ini pertama kali diungkapkan oleh aktivis hacker, Nick Farr saat Agustus lalu. Dia mengatakan, bahwa ancaman meningkatnya sensor internet telah memotivasi projek ini.
Farr mencontohkan proposal undang-undang yang diusulkan oleh Stop Online Piracy Act (SOPA) di Amerika Serikat (AS), sebagai contoh kecaman yang akan dihadapi kebebasan online. Jika akhirnya SOPA berhasil, makan bisa saja beberapa situs akan diblokir dengan alasan hak cipta.
Proyek ini terlihat ambisius, ini juga diakui oleh Armin Bauer yang bekerja di Hackerspace Global Grid. “Ini memang sangat ambisius, jadi kami akan mencobanya dari sesuatu yang lebih kecil dahulu,” ujat Bauer.
Bahkan dalam jangka panjang, sebuah proyek ruang angkasa hacker yang lebih besar yang nantinya bertujuan untuk menempatkan astronot amatir ke bulan dalam 23 tahun mendatang.
Artikel Terkait:
Technologi
- Apple Sukses Tumbangkan Samsung
- Ada Darah Buruh di Balik Pembuatan iPad
- Tikus Berkicau seperti Burung
- Sensor Twitter Picu Protes
- Kenapa iPhone 4S Terlambat Datang ke Indonesia?
- iPhone 4S Datang, Siap-siap Hadir iPhone Harga Terjangkau
- iPad Palsu Dari Tanah Liat Muncul di Kanada
- Jarak Tablet Android dan iPad Semakin Dekat
- Twitter Sensor Konten Kicauan Pengguna Secara Nasional
- Daftar Lengkap Harga Resmi iPhone 4S di Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar