Rabu, 04 Januari 2012

Waspada, Februari Jakarta Banjir Parah !!!

Awal tahun ini banjir diperkirakan akan melanda Jakarta. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Ibu Kota akan dilanda hujan tinggi hingga sangat tinggi pada Januari dan Februari.

"Kalau sesuai rilisnya BMKG yang hujannya tinggi hingga sangat tinggi sampai berpotensi banjir Januari dan Februari," kata Kepala Sub Bidang Informasi BMKG Harry Tirto Djatmiko kepada okezone di kantornya, Jakarta, Rabu (4/1/2012).

BMKG melansir ada sekira 32 daerah di Jakarta yang berpotensi rawan banjir tinggi. Di wilayah Jakarta Barat daerah yang rawan banjir tinggi yakni Cengkareng, Grogol Petamburan, Kali Deres, Kebon Jeruk, Taman Sari. Di Jakarta Pusat wilayah yang rawan banjir tinggi yakni Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen dan Tanah Abang. Sedangkan Jakarta Selatan ada Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet.

Wilayah Jakarta Timur juga tidak sedikit yang berpotensi rawan banjir yakni Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, Pulo Gadung. Wilayah Jakarta Utara yang diperkirakan akan dilanda banjir yakni Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan dan Tanjung Priok.

Kata dia, hujan yang berpotensi menimbulkan genangan air yakni intensitas hujan harian. Minggu ini Jabodetabek diperkirakan akan dimengalami hujan dengan intensitas hujan lebat hingga sangat lebat setia akhir pekan antara Jumat hingga Minggu. Pada hari lainnya, hujan diperkirakan akan tetap mengguyur namun dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Di akhir minggu ini lebih intensif artinya intensitasnya lebih meningkat di akhir minggu," ujar Harry.

Untuk mengetahui cuaca harian dan mingguan, BMKG selalu melakukan update setiap hari dan setiap minggu. "Yang berpengaruh terhadap genangan, banjir dan longsor itu distribusi curah hujan harian bukan distribusi curah hujan bulanan," kata dia.

Dia mencontohkan banjir yang melanda Solo dan Brebes merupakan akumulasi hujan harian di daerah tersebut. Kata dia prakiraan kategori hujan bulanan dimaksudkan agar masyarakat mendapat informasi secepat mungkin.

"Paling tidak ada kesiapsiagaan begitu mendapat informasi hujan bulanan tinggi kesiap siagaannya manakala ada hujan harian yang intensitas lebat atau sangat lebat itu potensinya kalau didataran rendah genangan kalau didataran tinggi itu longsor," ungkapnya.

Masih kata Harry, pada puncaknya, hujan bisa saja mengguyur Jakarta lebih dari tiga jam perharinya bahkan lebih. Hujan dengan intensitas tinggi bisa menghasilkan volume air 300 milimeter hingga diatas 400 milimeter perbulannya. Usai musim hujan tinggi, akan datang musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau pada Maret, April dan Mei. Di masa transisi hujan akan tetap mengguyur tapi dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Awal musim kemarau menandai berakhir musim hujan kapan ketahuan nanti Maret," ungkapnya.

Harry juga menegaskan jika BMKG tidak mengenal istilah banjir lima tahunan. Kata dia, BMKG yang berperan memberikan informasi selalu melakukan sosialisai dengan instansi terkait yakni crisis center, Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD manakala memasuki masa transisi, puncak hujan atau kemarau.

"BMKG memberi info cuaca, tidak ada namanya distribusi lima tahunan," ujarnya.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUKAR LINK OTOMATIS