Rabu, 11 Januari 2012

3 ABG Sukabumi Dipaksa Jual Keperawanan Rp 5 Juta

Sukabumi - Dugaan perdagangan manusia masih terjadi di wilayah Sukabumi. Kali ini dialami lima remaja perempuan yang usianya masih di bawah umur. Bahkan tiga di antara mereka dipaksa untuk menjual keperawanannya.

Korbannya, empat warga berasal dari Kampung Cimahi Desa Cibolang Kaler Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi yakni W (18), D (16), C (15) dan I (16). Sedang satu warga berasal dari Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi yakni M (16).

Mereka awalnya ditawari pekerjaan sebagai babysitter (pengasuh bayi) dan pembantu rumah tangga (PRT) dengan gaji Rp3 juta per bulannya di Kalimantan. Nampaknya mereka tergiur dengan tawaran tersebut.

Namun pada kenyataannya mereka diberangkatkan dalam dua rombongan berbeda ke Kota Porong Provinsi Papua Barat pada pertengahan November 2011 lalu. Mereka berangkat dengan menumpang kapal laut selama sepekan.

''Kami bekerja di cafe dan selalu berpindah dari satu cafe ke cafe lain,'' ungkap seorang korban, W (18) kepada INILAH.COM di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (5/1) kemarin.

Menurutnya, ia dan teman-temannya hanya mendapatkan uang tips dari para tamu yang nilainya tidak pasti. ''Paling besar seratus ribu. Itupun bila ada tamu,'' ujar W yang mengaku kesal dengan pekerjaan yang dialaminya tersebut.

Tragisnya, tiga di antara mereka dipaksa untuk menjual keperawanannya kepada pria hidung belang. Mereka masing-masing dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp30 juta dan handphone. Namun kenyataannya janji tersebut tidak ditepati semuanya.

''Saya hanya menerima uang lima juta dan HP BlackBerry saja. Saya sedih selama di sana, dan senang akhirnya bisa pulang,'' aku salah seorang korban kepada para wartawan.

Ketua Srikandi-Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Sukabumi, Aita Ibhoy Barkawati menjelaskan pihaknya mengetahui terjadi dugaan perdagangan manusia setelah mendapatkan pengaduan dari para orangtuanya. Sejak itulah pihaknya mendapat kuasa untuk mendampingi keluarga dan para korban.

''Kelima anak-anak ini meninggalkan rumah orangtuanya sekitar pertengahan bulan November. Sejak itulah kami berusaha mencari tahu keberadaan mereka dan melaporkan ke Polsek Cisaat," jelas Aitha yang lebih akrab disapa Ibhoy.


Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUKAR LINK OTOMATIS